BIAYA RELEVAN
• Biaya relevan dapat digunakan untuk membantu manajemen dalam pengambilan keputusan bisnis. Biaya relevan ini sangat berperan bila perusahaan dihadapkan pada masalah pilihan yang cukup pelik antara menerima atau menolak, antara menghentikan atau melanjutkan, antara membeli atau membuat, atau antara dijual di titik pisah atau setelah titik pisah dan sebagainya.
• Ciri – ciri biaya relevan
– Biaya dapat dihindari dengan suatu keputusan manajemen
– Biaya tersebut belum terjadi
– Biaya yang akan terjadi itu nilai berbeda untuk setiap alternatif.
– Biaya tersebut benar-benar memberi pengaruh didalam keputusan
• Cara menentukan apakah biaya tersebut relevan
– Mengumpulkan seluruh biaya yang terkait dengan masing2 alternatif
– Meng-eliminasi biaya terbenam (sunk cost)
– Mengeliminir biaya yang jumlahnya tidak berbeda
Ilustrasi:
Salah satu konsep biaya relevan yang diangkat pada posting kali ini adalah special order atau pesanan khusus. Sepeda dimodifikasi sebanyak 100 unit dengan harga Rp. 179.000 per unit, sedangkan harga normal sepeda sebesar Rp. 249.000 dengan biaya produksinya sebesar Rp. 182.000 per unit dengan perincian :

Bahan langsung Rp. 86.000 per unit
Tenaga kerja langsung Rp. 45.000 per unit
Overhead pabrik Rp. 51.000 per unit
Biaya produksi sebesar Rp. 182.000 per unit

Bagaimana keputusannya apakah pesanan khusus tersebut diterima ?

Jawaban:
Ternyata setelah kita cek kapasitas masih memungkinkan untuk memproduksi 100 sepeda lagi dan dampaknya ke biaya adalah: Overhead pabrik sebesar Rp. 51.000 per unit tersebut, overhead pabrik variabel per unit adalah sebesar Rp. 6.000 dan ada tambahan biaya variabel sebesar Rp. 17.000 per unit serta tambahan biaya tetap sebesar Rp. 1.200.000.
Pesanan khusus tersebut ternyata menguntungkan karena ada total tambahan laba neto sebesar Rp. 1.300.000 dengan perhitungan sebagai berikut :

Penjualan Rp.17.900.000
Tambahan biaya:
Biaya variabel:
Bahan langsung Rp.8.600.000
Tenaga kerja langsung Rp.4.500.000
Overhead pabrik variabel Rp.600.000
Modifikasi khusus Rp.1.700.000 +
Biaya variabel Rp.15.400.000
Biaya Tetap Rp.1.200.000 +
total tambahan biaya Rp.16.600.000 –
Penambahan laba bersih Rp.1.300.000
 Devinisi Biaya Relevan
Biaya Relevan merupakan biaya masa depan yang berbeda pada masing-masing alternatif. Semua keputusan berhubungan dengan masa depan. Karena itu, hanya biaya masa depan yang dapat menjadi relevan dengan keputusan. Namun, untuk menjadi relevan, suatu biaya tidak hanya harus merupakan biaya masa depan, tetapi juga harus berbeda dari satu alternatif dengan alternatif lainnya. Apabila biaya masa depan terdapat pada lebih dari satu alternatif maka biaya tersebut tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan. Biaya demikian disebut biaya tidak relevan. Kemempaun untuk mengidentifikasi biaya relevan dan tak relevan merupakan suatu keterampilan pengambilan keputusan yang penting.
 Pengambilan Keputusan Taktis
Pengambilan keputusan taktis terdiri dari pemilihan di antara berbagai alternative dengan hasil yang langsung atau terbatas.
Tujuan keseluruhan dari pengambilan keputusan strategis adalah untuk memilih strategi alternatif sehingga keunggulan bersaing jangka panjang dapat tercapai.
Model Pengambilan Keputusan Taktis. Enam langkah yang mendeskripsikan proses pengambilan keputusan yang direkomendasikan adalah sebagai berikut :
– Kenali dan definisikan masalah.
– Identifikasi setiap alternatif sebagai solusi yang layak atau masalah tersebut; eliminasi alternatif yang secara nyata tidak layak.
– Identifikasi biaya dan manfaat yang berkaitan dengan setiap alternatif yang layak.
– Klasifikasikanlah biaya dan manfaat sebagai relevan atau tidak relevan serta eliminasilah biaya dan manfaat yang tidak relevan dari pertimbangan.
– Hitunglah total biaya dan manfaat yang relevan dari masing-masing alternatif. Nilailah faktor-faktor kualitatif.
– Pilihlah alternatif yang menawarkan manfaat terbesar secara keseluruhan.
 Biaya diferensial
Biaya diferensial didefinisikan sebagai perbedaan biayayang timbul akibat adanya keputusan terntentu. Misalnya manajemen melakukan penambahan volume produksi manajemen memilih alternatif proses produksi. Jika biaya diferensial itu disebabkan karena adanya penambahan volume produksi maka perbedaan itu dapat disebut dengan biaya incremental (Incremental Cost) atau Biaya Marginal (Marginal Cost).
 Analisis pengambilan keputusan
Salah satu fungsi manajemen yang penting adalah proses pengambilan keputusan didalam kegiatan sehari-hari keputusan manajemen dapat digolongkan kedalam dua kelompok besar yaitu:
a) Keputusan Rutin, yaitu keputusan manajemen yang terjadi secara berulang-ulang dengan kondisi yang sama. Keputusan demikian biasanya dibuat secara ter-pola dengan kondisi “jika-maka (if-then) “ . Keputusan rutin juga dapat dilakukan oleh manajer terkait atau yang berkompeten pada unit kerja tertentu. Contoh : Pembuatan order pembelian (Purchase order), Pemeliharaan, Penggajian bulanan, Penghitungan Biaya lembur.
b) Keputusan khusus, ialah keputusan manajemen yang tidak rutin terjadi, keputusan ini menyangkut masalah yang spesifik (khusus) sehingga untuk memutuskannya diperlukan informasi analisis yang seksama. Secara umum keputusan khusus dapat dikelompokkan menjadi; Membeli atau Membuat sendiri, dan Mengganti Aktiva tetap.
 Bentuk laporan analisis biaya alernatif
Menyajikan laporan analisis biaya relevan didalam pengambilan suatu keptusan dapat dilakukan dengan dua pendekatan yaitu:
a. Pendekatan Total (Total approach)
Didalam pendekatan total akan disajikan pembandingan secara menyeluruh dari biaya yang terjadi diantaa kedua alternatif yang tersedia. Analisis biaya total dapat diterapkan pada keputusan yang bersifat berubahan bersifat pertumbuhan (growth) dan pada perubahan yang bersifat perembangan (integrasi dan diversifikasi)
Kebaikan pendekatan total:
– Mudah dilakukan
– Tidak mengandung resiko kesalahan
Kelemahan pendekatan Total:
– Laporan menjadi lebih panjang terkesan tidak informatif
– Perlu waktu yang lebih panjang untuk mempersiapkannya
b. Pendekatan Diferensial (Differential approach)
Didalam pendekatan diferensial akan disajikan nilai-biaya netto yang berubah, untuk membuat laporan dengan pendekatan diferensial dibutuhkan kehati-hatian karena perhitungan dapat menjadi bias (keliru) tanpa disadari oleh sipembuatnya.
Kebaikan pendekatan Diferensial:
– Singkat dan mudah dipahami
– Cepat
Kelemahan pendekatan Diferensial:
– Perlu kehati-hatian yang tinggi
– Perlu penguasaan teknis biaya yang baik