BAB 6
Alokasi Biaya Departemen Pendukung
 Tinjauan Menyeluruh Alokasi Biaya
Tipe-tipe Departemen
Dalam model fungsi di perusahaan, obyek biaya adalah departemen. Terdapat dua kategori departemen, yaitu:
1. Departemen produksi, merupakan departemen yang secara langsung bertanggung jawab pada pembuatan produk atau jasa yang dijual ke pelanggan.
2. Departemen pendukung, merupakan departemen yang menyediakan pelayanan pendukung yang diperlukan oleh departemen produksi.
Ketika departemen produksi dan pendukung telah diidentifikasi, biaya overhead yang muncul di tiap departemen dapat ditentukan. Overhead yang secara langsung berhubungan dengan departemen produksi, seperti perakitan dalam suatu pabrik pembuatan furnitur. Sedangkan overhead yang tidak dapat dengan mudah dibebankan ke departemen produksi atau pendukung, di bebankan ke departemen umum seperti general fctory.
Pengalokasian biaya dari Departemen pendukung ke Departemen produksi
Langkah-langkah dalam pengalokasian biaya Departemen pendukung ke Departemen produksi adalah:
1. Membagi perusahaan ke dalam departemen-departemen.
2. Mengklasifikasikan tiap departemen sebagai departemen pendukung atau departemen produksi.
3. Menelsuri semua biaya overhead perusahaan di departemen pendukung atau departemen produksi.
4. Mengalokasikan biaya departemen pendukung ke departemen produksi.
5. Menghitung tarif overhead yang ditentukan terlebih dahulu untuk departemen produksi.
6. Mengalokasikan biaya overhead ke tiap unit produk melalui tarif overhead yang ditentukan terlebih dahulu.
Tipe-tipe Dasar Alokasi
Biaya departemen pendukung ditimbulkan oleh aktivitas departemen produksi. Faktor-faktor yang menyebabkan munculnya biaya jasa pendukung adalah variabel atau aktivitas dalam departemen produksi. Dalam memilih dasar pengalokasian biaya departemen pendukung, menggunakan faktor penyebab akan menghasilkan biaya produk yang lebih akurat. Sedangkan penggunaan faktor penyebab untuk mengalokasikan biaya bersama adalah cara yang terbaik, kadangkala faktor penyebab yang mudah diukur tidak dapat ditemukan.
Tujuan Alokasi
Tujuan-tujuan utama alokasi biaya departemen pendukung ke departemen produksi yang telah diidentifikasi oleh IMA adalah:
1. Memperoleh harga yang wajar dan saling menguntungkan.
2. Menghitung tingkat harga lini produk.
3. Memperkirakan pengaruh ekonomi dari perencanaan dan pengendalian.
4. Menilai persediaan.
5. Memotivasi para manajer.
 Mengalokasikan Biaya suatu Departemen ke Departemen Lain
Biaya departemen pendukung dialokasikan ke departemen lain mlalui peggunaan tarif pembebanan. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mencari tarif pembebanan, yaitu:
1. Tarif pembebanan tunggal.
Beberapa perusahaan lebih suka menggunakan tarif pembebanan tunggal. Jika menggunakan tarif pembebanan tunggal, biaya tetap akan dikombinasikan dengan perkiraan biaya variabel. Biaya total dibagi dengan perkiraan untuk mendapatkan tarif. Sehingga penggunaan tarif tunggal mengakibatkan biaya tetap diperlukan seakan-akan biaya tersebut merupakan biaya variabel.
2. Tarif pembebanan ganda.
Jika tarif ganda digunakan, maka suatu tarif terpisah dihitung untuk tiap tipe sumber daya berdasarkan pada faktor penyebab. Kemudian, penggunaan aktual tiap tipe faktor penyebab dikalikan dengan tarif yang sesuai untuk mendapatkan jumlah biaya departemen pendukung yang dialokasikan.
Penggunaan yang Dianggarkan versus Penggunaan Aktual
Ketika kita mengalokasikan biaya departemen pendukung ke departemen produksi, kita mengalokasikan biaya yang dianggarkan. Terdapat dua alasan dasar pengalokasian biaya departemen pendukung, yaitu: 1) untuk menghitung biaya produk yang diproduksi, dan 2) untuk evaluasi kinerja departemen. Biaya Aktual digunakan untuk evaluasi kinerja. Sedangkan Biaya Dianggarkan digunakan untuk penetapan biaya.
 Metode Alokasi Biaya Departemen Pendukung
Terdapat tiga metode yang dapat digunakan untuk mengalokasikan biaya pendukung ke departemen produksi, yaitu:
1. Metode Langsung
Metode alokasi langsung digunakan oleh perusahaan, ketika mengalokasikan biaya departemen pendukung hanya ke departemen produksi. Tidak ada biaya dari satu departemen pendukung yang dialokasikan ke departemen pendukung lainnya. Jadi, dalam metode ini tidak ada interaksi antar departemen pendukung yang diakui.
2. Metode Alokasi Berurutan
Metode alokasi berurutan mengakui adanya interaksi antar departemen pendukung. Akan tetapi, metode ini tidak sepenuhnya mengakui nteraksi antar departemen pendukung. Alokasi biaya dilakukan dengan cara menurun, mengikuti prosedur ranking yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
3. Metode Alokasi Timbal Balik
Dalam metode alokasi timbal balik, pemakaian suatu departemen pendukung oleh departemen menentukan biaya total tiap departemen pendukung dimana biaya total mencerminkan interaksi antar departemen pendukung. Kemudian, biaya total departemen pendukung yang baru tersebut di alokasikan ke departemen produksi. Metode ini mengakui semua interaksi antar departemen pendukung.
Biaya Total Departemen Pendukung. Untuk menentukan biaya total departemen pendukung dapat digunakan rumus:
Biaya total = Biaya langsung + Biaya yang dialokasikan
Alokasi ke Departemen Produksi. Setelah biaya total tiap departemen pendukung diketahui, alokasi ke departemen produksi dapat dilakukan. Alokasi-alokasi ini, berdasar pada proporsi keluaran yang digunakan oleh tiap departemen produksi.
 Tarif Overhead Departemen dan Perhitungan Biaya Produk
Tarif overhead dapat dihitung dengan menambahkan biaya departemen pendukung yang dialokasikan dengan biaya overhead secara langsung dapat ditelusuri ke departemen produksi, dan membagi jumlah total ini dengan beberapa ukuran aktivitas.